Geografi

Letak Geografis dan Batas Wilayah

Secara astronomi  Kabupaten Boven Digoel terletak diantara 4o 98’ – 7o 10’ Lintang Selatan dan 139o 90’ – 141o Bujur Timur. Kabupaten Boven Digoel berbatasan dengan beberapa kabupaten dan satu negara tetangga, dengan batas-batas sebagai berikut :

Sebelah Utara Berbatasan dengan Distrik Suator Kabupaten Asmat dan Distrik   Oksibil Kabupaten Pegunungan Bintang
Sebelah Selatan Berbatasan dengan Distrik Muting Kabupaten Merauke
Sebelah Barat Berbatasan dengan Distrik Edera, Distrik Oba’a dan Distrik Citak Mitak Kabupaten Mappi
Sebelah Timur Berbatasan dengan Papua New Guinea (PNG)
.

Luas Wilayah

Luas wilayah Kabupaten Boven Digoel berdasarkan data BPS dengan planimetris peta administrasi Bappeda Tahun 2008 mencapai 27.108,29 km2, dengan perincian luas masing-masing distrik seperti ditunjukkan dalam Tabel 1 di bawah ini.

Distrik

Luas/Area

Rasio Terhadap Total

     

(1)

(2)

(3)

1. Jair

3.061,73

11,29

2. Subur

2.660,09

9,81

3. Ki

2.050,60

7,56

4. Mindiptana

448,17

1,65

5. Iniyandit

379,65

1,40

6. Kombut

660,93

2,44

7. Sesnuk

1.306,63

4,82

8. Mandobo

2.699,52

9,96

9. Fofi

2.466,70

9,10

10. Arimop

1.311,77

4,84

11. Kouh

467,25

1,72

12. Bomakia

1.082,95

3,99

13. Firiwage

1.219,97

4,50

14. Manggelum

1.289,65

4,76

15. Yaniruma

1.611,04

5,94

16. Kawagit

904,23

3,34

17. Kombay

830,91

3,07

18. Waropko

1.086,97

4,01

19. Ambatkwi

1.282,38

4,73

20. Ninati

287,07

1,06

Jumlah/Total

27.108,29

100

Gambar 1. 2. Luas Kabupaten Boven Digoel Menurut Distrik

 

Topografi

Ketinggian Wilayah

Kabupaten Boven Digoel sebagian besar wilayahnya berada pada ketinggian 25-100 m di atas permukaan laut, seperti yang tampak pada Gambar 1.3.

Wilayah Ketinggian (m)

Persentase Luas (%)

(1)

(2)

0-25

8,92

25-100

71,90

100-250

11,01

250-500

5,24

500-750

1,72

750-1000

0,70

> 1000

0,50

Jumlah

100

Sumber: Bappeda Kab. Boven Digoel 2008

.

Kemiringan Tanah
Kemiringan tanah di Kabupaten Boven Digoel beragam, mulai dari tanah datar hingga bergunung, namun yang paling dominan yaitu kemiringan tanah yang agak datar hingga berombak seperti yang terlihat pada Gambar 1.4.

 

Kemiringan Tanah

Penjelasan

Persentase Luas (%)

(1)

(2)

(3)

0-2%

Datar - Agak Datar

3,90

2-8%

Agak Datar – Berombak

61,33

8-15%

Berombak - Bergelombang

22,28

15-25%

Bergelombang – Berbukit

9,91

25-40%

Berbukit – Bergunung

2,12

> 40%

Bergunung

0,45

Jumlah

 

100

.

Fisiografi Sebagian besar wilayah Boven Digoel didominasai oleh dataran, selebihnya merupakan wilayah bergelombang dan hanya sebagian kecil wilayah merupakan daerah gambut/rawa, perbukitan dan pegunungan, seperti yang tampak pada Gambar 1.5.

Tabel 1.4. Persentase Luas Wilayah Berdasarkan Klasifikasi Fisiografi

Klasifikasi

Persentase Luas (%)

(1)

(2)

Wilayah Gambut/Rawa

7,10

Wilayah Dataran

71,07

Wilayah Bergelombang

13,00

Wilayah Perbukitan

5,29

Wilayah Pegunungan

3,53

Jumlah

100

.

Wilayah Perbatasan Negara Daerah

Berdasarkan informasi dari Kantor Perbatasan dan Kerjasama Daerah Kabupaten Boven Digoel, tercatat panjang perbatasan darat antara kabupaten Boven Digoel terhadap negara lain yakni Negara Papua New Guinea (PNG) adalah sepanjang 190 km, dengan jumlah patok batas antar kedua negara berjumlah 13 patok. Panjang perbatasan ini tercatat dari tahun 2004 hingga sekarang tahun 2015 dan tidak pernah berubah.

Tabel 1.8. Jumlah Pelintas Batas (Orang) di Kabupaten Boven Digoel 2012-2015

 

Titik Lintas

 

 

Tahun

 

 

2012

2013

2014

2015

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

Distrik Kombut-Kampung Kombut

± 105

± 120

± 150

170

Distrik Ninati-Kampung Yetetkun

± 100

± 115

± 135

150

Distrik Jair-Kampung Naga

± 120

± 130

± 140

160

      Sumber: Kantor Perbatasan dan Kerjasama Daerah Kabupaten Boven Digoel, 2014

Keterangan:   Data pelintas batas diperoleh dari catatan dilapangan dan juga hasil koordinasi dengan pihak aparat kampung.

 

Jumlah pelintas batas dari tahun 2012 hingga tahun 2014 di Kabupaten Boven Digoel terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2014, dari tiga titik lintas batas yang ada, jumlah pelintas batas paling banyak melalui titik lintas di Kampung Kombut Distrik Kombut. Tercatat sebanyak kurang lebih 150 orang yang melitas batas melalui titik tersebut.
Kabupaten Boven Digoel memiliki dua Pos imigrasi. Pos tersebut berkedudukan di Distrik Mindiptana dan Ditrik Waropko.

 

 

Luas Penggunaan Lahan

•  Luas Kawasan Hutan

   Tabel 1.5. Luas Kawasan Hutan Berdasarkan Alokasi Fungsi Hutan

 

Fungsi Hutan

Luas (Ha)

(1)

(2)

Hutan Lindung

72.142,30

Kawasan Perairan

*

Hutan Produksi

1.522.032,54

Hutan Produksi Terbatas

62.252,92

Hutan Konversi

606.060,03

Areal Penggunaan Lain

40.812,84

Jumlah

2.303.300,63

             Sumber: Dinas Kehutanan Kab. Boven Digoel 2014

              *): Data tidak tersedia

 

Luas kawasan hutan jika dilihat dari alokasi fungsi hutan, maka Hutan Produksi memiliki luas lahan yang paling besar, yaitu berkisar 1.522.032,54 ha, sedangkan Hutan Lindung memiliki luas lahan 72.142,30 ha. Areal penggunaan lainya memiliki luas lahan terkecil, yaitu hanya berkisar 40.812, 84 ha, seperti yang ditunjukkan dalam Tabel 1.5.

 

Jenis Sawah

Luas (Ha)

(1)

(2)

Sawah Teririgasi

-

Sawah Tadah Hujan

-

Sawah Pasang Surut

-

Sawah Lainnya

-

Jumlah

-

   Sumber: Dinas Pertanian Bag. Tanaman Pangan dan Holtikultura, 2014

                  *)Data tidak tersedia

              Tabel 1.6 data tidak tersedia.

Keadaan Iklim

Tabel 1.7. Keadaan Iklim (Rata-rata) Kabupaten Boven Digoel 2009-2015

 

Tahun

Suhu Udara

(0C)

Kelembaban Udara (%)

Curah Hujan (mm)

Kecepatan Angin (mls)

Penyinaran Matahari (%)

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

2009

26,9

86,5

269,5

4,19

38,3

2010

26,8

84,2

292,9

3,89

45,3

2011

26,5

80,8

320,4

4,0

36,4

2012

27,4

78,7

499,0

7,34

37,5

2013

27,7

82,5

351,0

7,88

40,0

2014

26,7

85,3

353,9

4,0

44,9

2015

26,8

82,5

221,7

4,5

49,4

Sumber: Badan Meteorologi dan Geofisika Kabupaten Boven Digoel, 2015

 

Kabupaten Boven Digoel termasuk wilayah beriklim tropis. Seperti yang terlihat pada Tabel 1.7 di atas, dalam kurun waktu enam tahun terakhir suhu udara rata-rata berkisar antara 26,5 0C –27,7 0C. Kelembaban udara relatif normal yaitu berkisar antara 78,7 % hingga 86,5%. Rata-rata curah hujan terlihat cukup tinggi. Dari Tabel 1.7 dapat kita lihat, curah hujan tertinggi terjadi pada tahun 2012 yaitu mencapai 499,0 mm per tahun. Namun di tahun 2015, curah hujan mengalami penurunan menjadi 221,7 mm yang merupakan rata-rata curah hujan terendah dalam enam tahun terakhir ini. Kecepatan angin dalam enam tahun terakhir berkisar rata-rata 3,89 sampai 7,88 knotdimana kecepatan angin terbesar terjadi pada tahun 2013 yakni sebesar 7,88 knot. Matahari bersinar sepanjang tahun dengan intensitas penyinaran rata-rata 36,4% hingga 49,4% pertahun, dimana rata-rataintensitas penyinaran matahari terlama terjadi pada tahun 2015yaitu mencapai 49,4 persen.