Indeks Pembangunan Manusia

Perkembangan IPM dan Komponen Penyusunnya

Perkembangan IPM dari tahun ke tahun sangat dipengaruhi oleh komponen-komponen yang menyusunnya. Kemajuan IPM sangat tergantung pada komitmen penyelenggara pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas dasar penduduk yang berdampak pada peningkatan kualitas hidup. Perkembangan komponen-komponen penyusun IPM selanjutnya akan dibahas untuk melihat komponen-komponen mana yang berpengaruh cukup signifikan terhadap kemajuan capaian IPM Kabupaten Boven Digoel.

Gambar 8.1. Perkembangan IPM Kabupaten Boven Digoel Tahun 2010 – 2015

.

Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Boven Digoel

Grafik pada Gambar 8.1 diatas menunjukkan bahwa perkembangan IPM Boven Digoel mengalami tren peningkatan dari tahun ke tahun selama periode 2010 – 2015, dengan rata-rata perkembangan sebesar 0,51 poin. Peningkatan IPM terbesar terjadi selama kurun waktu 2014 – 2015 yakni mengalami peningkatan 0,81 poin, dan terendah selama kurun waktu 2013 – 2014 yakni 0,25 poin. Dengan nilai IPM sebesar 59,02pada tahun 2015, maka status IPM Kabupaten Boven Digoelmasih berada pada tingkatan Rendah. Adapun perkembangan dari masing-masing komponen penyusun IPM di Kabupaten Boven Digoel tahun 2010 – 2015 adalah sebagai berikut:

Tabel 8.1. Perkembangan Komponen Penyusun IPM Kabupaten Boven Digoel Tahun 2010–2015

No Komponen Penyusunan IPM 2010 2011 2012 2013 2014 2015
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
1 Angka Harapan Hidup 57,97  57,32   57,51 57,60  57,64  58,24 
Harapan Lama Sekolah  10,16 10,32  10,47 10,63 10,79  10,96 
Rata-rata Lama Sekolah  6,80  7,02  7,24  7,47  7,50  7,72 
Pengeluaran Per Kapita Di sesuaikan  7,454  7,571  7,598  7,625  7,646  7,717 

Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Boven Digoel

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa setiap angka komponen penyusun IPM mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Hal ini menunjukkan keberhasilan pembangunan berkelanjutan baik dari segi kesehatan, pendidikan, dan perekonomian. Tetapi, angka yang telah dicapai belum optimal sehingga dianggap perlu bagi pemerintah untuk mengambil kebijakan-kebijakan yang akan menaikkan nilai komponen penyusun IPM secara signifikan.

 

 

Disparitas IPM Antar Kabupaten di Provinsi Papua dan Pertumbuhan IPM

Pada tahun 2014, Indeks Pembangunan Manusia di Provinsi Papua adalah sebesar 56,75 poin dan meningkat sebesar 0,50 poin menjadi 57,25 poin di tahun 2015 dengan peringkat secara nasional berada pada posisi 34 (tigapuluh empat) atau pada urutan yang terakhir secara nasional. Adapun besarnya angka pertumbuhan IPM Provinsi Papua tahun 2014 ke tahun 2015 adalah sebesar 0,88. Besaran angka pertumbuhan IPM Provinsi Papua ini menunjukkan perbandingan antara capaian yang telah ditempuh dengan capaian sebelumnya .Semakin tinggi nilai pertumbuhan, semakin cepat IPM suatu wilayah untuk mencapai nilai maksimalnya.

Kota Jayapura adalah daerah di Provinsi Papua dengan nilai Indeks Pembangunan Manusia terbesar (ranking tertinggi), yakni sebesar 78,05 poin pada tahun 2015. Indeks Pembangunan Manusia terendah di Provinsi Papua berada pada Kabupaten Nduga, yakni sebesar 25,47 poin pada tahun 2015. 

Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Boven Digoel  pada tahun 2015 sebesar 59,02 poin berada pada peringkat 12 jika dibandingkan dengan Kabupaten/Kota lainnya di Provinsi Papua dengan pertumbuhan IPM sebesar 1,40. Peringkat IPM Kabupaten Boven Digoel masih diatas IPM Kabupaten Mappi dan Asmat dan di bawah Kabupaten Merauke untuk wilayah Papua bagian selatan, seperti yang ditunjukan oleh Gambar 8.2 . Pertumbuhan IPM Kabupaten Boven Digoel memiliki kecepatan peringkat ke-7 dari 29 kabupaten di Provinsi Papua pada tahun 2015. Hal ini menunjukkan bahwa percepatan pembangunan manusia di Kabupaten Boven Digoel di tahun 2015 tergolong cepat dibandingkan pertumbuhan IPM Kabupaten Boven Digoel pada tahun 2014 yang berada pada peringkat ke-26 dari 29 kabupaten yang ada di Propinsi Papua.

Gambar 8.2 Perkembangan IPM Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua dan Kabupaten lainnya di Wilayah Papua Bagian Selatan (Merauke, Mappi dan Asmat) Tahun 2010-2015

.

Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Boven Digoel

Adapun disparitas IPM, peringkat IPM dan Pertumbuhan IPM Kabupaten/Kota di Provinsi Papua tahun 2014 – 2015 disajikan melalui tabel berikut ini:

Tabel 8.2 Disparitas, Peringkat, dan Pertumbuhan IPM Kabupaten/Kota di Papua Tahun 2014-2015

Kode Provinsi IPM Peringkat IPM Pertumbuhan IPM
2014 2015 2014 2015 2014 -2015
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
9400 PAPUA 56,75  57,25  34  34  0,88 
9401 MERAUKE 67,33  67,75  0,63 
9402 JAYAWIJAYA 53,37  54,18  15  15  1,51 
9403 JAYAPURA 69,55  70,04  0,71 
9404 NABIRE  66,25  66,49  0,36 
9408 YAPEN WAROPEN 64,89  65,28  0,61 
9409 BIAK NUMFOR 70,32  70,85  0,75 
9410  PANIAI 53,93  54,20  14 14  0,51 
9411  PUNCAK JAYA 44,32  44,87  22  22  1,22 
9412  MIMIKA 70,40  70,89  0,70 
9413  BOVEN DIGOEL 58,21  59,02  12  12  1,40 
9414  MAPPI 55,74  56,11  13  13  0,67 
9415  ASMAT  45,91  46,62  21 20  1,53 
9416  YAHUKIMO 46,36  46,63  19  19  0,58 
9417  PEGUNUNGAN BINTANG 39,68  40,91  27  27  3,12 
9418  TOLIKARA 46,16  46,38  20  21  0,47 
9419  SARMI 60,48  60,99  10  10  0,85 
9420  KEEROM 62,73  63,43  1,12 
9426  WAROPEN 61,97  62,35  0,62 
9427  SUPIORI 59,70  60,09  11  11  0,66 
9428  MEMBRAMO RAYA 47,88  48,29  18  17  0,86 
9429  NDUGA 25,38  25,47 29  29  0,37 
9430  LANNY JAYA 43,28  44,18  25  25  2,08 
9431  MEMBRAMO TENGAH 43,19  43,55  26  26  0,83 
9432  YALIMO 44,21  44,32  23  24  0,25 
9433  PUNCAK 38,05  39,41  28  28  3,59 
9435  DOGIYAI 52,25  52,78  16  16  1,01 
9436  INTAN JAYA 43,51  44,35  24  23  1,93 
9437  DEIYAI 48,12  48,28  17  18  0,34 
9471  KOTA JAYAPURA 77,86  78,05  0,24