Pendidikan

Pendidikan Umum

Pendidikan Umum

Pendidikan merupakan faktor yang sangat penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. Dengan tingkat pendidikan yang baik, seseorang dapat meningkatkan taraf kesejahteraan hidupnya.

Jumlah Sekolah

Sekolah merupakan sarana yang sangat penting guna menunjang berlangsungnya kegiatan pendidikan. Banyaknya sekolah di Kabupaten Boven Digoel dapat dilihat dari Gambar 5.1 berikut.

Gambar 5.1. Banyaknya Sekolah Di Kabupaten Boven Digoel, Tahun Ajaran 2010/2011 – 2015/2016
 

Sumber: Dinas Pendidikan, 2015

Gambar 5.1 menunjukkan bahwa pada tahun ajaran 2015/2016, terdapat penambahan beberapa sekolah dari tahun ajaran sebelumnya, diantaranya Sekolah Dasar (SD) swasta, Sekolah Menengah Pertama (SMP) swasta dan Sekolah Menengah Atas (SMA) Swasta, dengan jumlah penambahan masing-masing sebanyak satu sekolah. Sedangkan untuk SMA Negeri dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri, jumlahnya tidak berubah dalam enam tahun terakhir, yaitu SMA Negeri sebanyak 2 sekolah dan SMK Negeri sebanyak 3 sekolah. Sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) Swasta dan Negeri, jumlahnya tetap dalam tiga tahun terakhir ini, yaitu TK Swasta berjumlah 9 sekolah dan TK Negeri 1 sekolah. Begitu pula dengan banyaknya SD Negeri yang jumlahnya tidak mengalami perubahan dalam tiga tahun terakhir ini, yaitu berjumlah 37 sekolah.


Pada Gambar 5.1 juga tampak bahwa dalam enam tahun terakhir, jumlah sekolah untuk tingkatan TK dan SDyang berstatus swasta, lebih besar dibandingkan dengan yang berstatus negeri. Sedangkan untuk tingkatan SMP, jumlah sekolah SMP yang berstatus negeri, jumlahnya lebih banyak dari SMP yang berstatus swasta dalam enam tahun terakhir ini. Pada tingkatan SMA, jumlah sekolah baik yang berstatus swasta maupun negeri, jumlahnya tidak terlalu berbeda banyak dari tahun ajaran 2010/2011 hingga 2014/2015, dan di tahun ajaran 2015/2016 jumlah SLTA baik yang berstatus swasta maupun negeri sama-sama berjumlah 2 sekolah. SMK yang ada di Kabupaten Boven Digoel, selama ini hanyalah SMK yang berstatus negeri dan belum terdapat SMK yang berstatus swasta.

Jumlah Siswa/Murid

Gambar 5.2. Banyaknya Siswa/Murid Sekolah Di Kabupaten Boven Digoel,
Tahun Ajaran 2010/2011 – 2015/2016
 

Sumber: Dinas Pendidikan, 2015

Pada Gambar 5.2 tampak bahwa jumlah siswa yang terbanyak adalah siswa SD baik SD Swasta maupun SD Negeri, diikuti jumlah siswa SMP. Hal ini wajar karena jenjang pendidikan SD dan SMP termasuk pendidikan wajib belajar yang sudah lama dicanangkan pemerintah.Dari tahun ajaran 2010/2011 hingga 2015/2016 jumlah siswa SD Negeri lebih banyak dibandingkan jumlah siswa SD Swasta, meskipun jumlah sekolah SD Negeri lebih sedikit dari pada SD Swasta, seperti yang ditunjukkan pada Gambar 5.1.


Walaupun jumlah sekolah SD swasta lebih banyak dibandingkan dengan jumlah sekolah SD negeri, namun justru jumlah siswa SD negeri lebih banyak dibandingkan SD swasta. Jumlah siswa SD negeri dalam tiga tahun terakhir ini mengalami kecenderungan menurun. Pada tahun ajaran 2013/2014 jumlah siswa SD negeri sebanyak 5.763 siswa terus mengalami penurunan hingga pada tahun ajaran 2015/2016 jumlahnya menjadi 5.441 siswa. Jumlah siswa SD swasta pada tahun ajaran 2015/2016 juga mengalami penurunan yang cukup besar dari tahun ajaran sebelumnya, yaitu dari 5.210 siswa di tahun ajaran 2014/2015 menjadi 4.352 siswa di tahun ajaran 2015/2016.


Jumlah siswa SMP Negeri dari tahun ajaran 2010/2011 hingga 2015/2016 jauh lebih banyak dibandingkan jumlah siswa SMPSwasta. Dalam lima tahun terakhir, jumlah siswaSMPNegeri mengalami kenaikan ditiap tahunnya mulai tahun ajaran 2011/2012 hingga 2015/2016.Meskipun jumlah siswa SMPSwasta menunjukkan tren menaik dari tahun ajaran 2012/2013 hingga 2014/2015, namun jumlah siswaSMPswasta pada tahun ajaran 2015/2016 menurun dari tahun ajaran sebelumnya meskipun tidak terlalu besar jumlahnya.


Sama halnya untuk jenjang pendidikan SMA, dimana jumlah siswa SMA Negeri lebih banyak dibandingkan jumlah siswa SMA Swasta untuk periode tahun ajaran 2010/2011 hingga 2015/2016. Jumlah siswa SMA Negeri sendiri di tahun ajaran 2010/2011 mencapai 650 siswa, kemudian mengalami penurunan jumlah siswa setiap tahunnya hingga tahun ajaran 2012/2013 menjadi 235 siswa. Namun di tahun ajaran 2013/2014 terjadi kenaikan jumlah murid yang sangat siginifikan mencapai 438 siswa dan terus naik jumlahnya pada tahun ajaran berikutnya 2014/2015 menjadi 502 siswa. Pada tahun ajaran 2015/2016, jumlah siswa SMA negeri turun menjadi 456 siswa. Sedangkan jumlah siswa SMA swasta pada tiga tahun ajaran ajaran terakhir terus mengalami peningkatan meskipun jumlahnya tidak terlalu besar. Jumlah siswa SMA swasta pada tahun ajaran 2013/2014 sebesar 123 siswa, meningkat menjadi 266 siswa di tahun ajaran 2015/2016.


Jumlah siswa SMK Negeri rata-rata mengalami peningkatan jumlah siswa setiap tahun ajarannya. Namun pada tahun ajaran 2012/2013mengalami penurunan dibandingkan tahun ajaran sebelumnya. Pada tahun ajaran 2010/2011 jumlah murid SMK Negeri mencapai 646 siswa dan mengalami trend penurunan jumlah siswa hingga pada tahun ajaran 2012/2013 menjadi 425 murid. Dan pada tahun ajaran 2013/2014 mengalami peningkatan jumlah siswa menjadi 709 siswa dan terus mengalami peningkatan jumlah siswa pada tahun ajaran 2014/2015 menjadi 861 siswa. Meskipun jumlah siswa SMK Negeri terus mengalami peningkatan dari tahun ajaran 2013/2014 hingga 2014/2015, namun pada tahun ajaran 2015/2016 jumlah siswa SMK Negeri mengalami penurunan sebanyak 242 siswa dari tahun ajaran sebelumnya.

Jumlah Guru

Jumlah guru juga mempengaruhi tingkat kualitas pendidikan yang dihasikan, dilihat dari proporsi/perbandingan guru dengan murid yang diajarkan. Daya tampung kelas terhadap banyaknya murid haruslah seimbang pula dengan jumlah guru yang ada agar proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik dan tentunya efektif dan efisien. Semakin banyak murid yang ditampung, maka semakin banyak pula guru yang diperlukan sehingga perhatian guru terhadap muridnya lebih fokus dan terarah.

Gambar 5.3. Banyaknya Guru Sekolah Di Kabupaten Boven Digoel, Tahun Ajaran 2010/2011 – 2015/2016
 

Sumber: Dinas Pendidikan, 2015

Gambar 5.3 menunjukkan bahwa jumlah guru atau tenaga pengajar terbanyak adalah Guru SD dan SMP. Hal ini memang sesuai dengan jumlah sekolah dan jumlah siswa SD dan SMP yang banyak sehingga membutuhkan banyak pula tenaga pengajar.


Jumlah Guru SD Swasta dari tahun ajaran 2012/2013 hingga 2015/2016 terus mengalami peningkatan meskipun tidak begitu besar, sedangkan jumlah Guru SD Negeri yang terus menunjukkan peningkatan dari tahun ajaran 2012/2013 hingga 2014/2015 justru jumlahnya menurun tajam di tahun ajaran 2015/2016.


Jumlah guru SMP swasta cenderung meningkat semenjak tahun ajaran 2012/2013 hingga tahun ajaran 2015/2016, meskipun peningkatannya tidak terlalu signifikan. Hanya bertambah sebanyak 10 hingga 11 Guru dalam empat tahun terakhir. Sedangkan jumlah guru SMP Negeri yang terus mengalami peningkatan dari tahun ajaran 2012/2013 hingga 2014/2015, justru mengalami penurunan jumlah guru di tahun ajaran 2015/2016. Pada tahun ajaran 2015/2016 jumlah guru mengalami penurunan hingga 14 orang dari tahun ajaran sebelumnya.


Jumlah guru SMAswasta cenderung meningkat semenjak tahun ajaran 2012/2013 hingga tahun ajaran 2015/2016, meskipun peningkatannya tidak terlalu signifikan. Hanya bertambah sebanyak 15 orang guru dalam empat tahun terakhir. Sedangkan jumlah guru SMA Negeri yang terus mengalami peningkatan dari tahun ajaran 2012/2013 hingga 2014/2015, justru mengalami penurunan jumlah guru di tahun ajaran 2015/2016. Pada tahun ajaran 2015/2016 jumlah guru SMA Negeri berkurang sebanyak 3 orang dari tahun ajaran sebelumnya.


Sama halnya dengan jumlah Guru SMA Negeri, jumlah guru SMK Negeri terus mengalami peningkatan dari tahun ajaran 2012/2013 hingga 2014/2015. Namun pada tahun ajaran 2015/2016 jumlah guru SMK Negeri berkurang sebanyak 13 orang dari tahun ajaran sebelumnya.

 

Kebudayaan Nasional

Suku dan Bahasa

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Boven Digoel mencatat setidaknya ada 6 suku asli yang terbagi dalam tiga suku besar dan tiga suku kecil yang mendiami seluruh wilayah Boven Digoel yaitu:

Tiga Suku Besar
- Suku Wambon
- Suku Muyu
- Suku Auyu
Sedangkan satu suku besar yaitu Suku Wambon sendiri terbagi lagi dalam tiga suku kecil yaitu:


Tiga Suku Kecil dari Suku Wambon
- Suku Mandobo
- Suku Kombai
- Suku Korowai
Maka dengan itu jumlah bahasa lokal/daerah yang ada di Kabupaten Boven Digoel mencapai 6 bahasa lokal.

 

Situs Bersejarah

Kabupaten Boven Digoel dengan Ibu Kotanya Tanah Merah adalah kota bersejarah peninggalan jaman Belanda. Di Kota Tanah Merah sendiri terdapat beberapa bangunan rumah bekas peninggalan Belanda. Dinding yang kokoh dan berarsitektur Eropa adalah ciri khas dari bangunan rumah bekas peninggalan Belanda. Begitu juga dengan Situs Penjara Lama yang merupakan penjara pada masa penjajahan Belanda dan pernah juga digunakan oleh Pemerintah Indonesia pada masa peralihan. “Tanah Tinggi” yang terletak di Distrik Mandobo, adalah tempat pengasingan Bung Hatta pada masa sebelum kemerdekaan RI.

Pemuda dan Olah Raga

Organisasi Kepemudaan

Organisasi Kepemudaan di Kabupaten Boven Digoel  pada tahun 2015 tercatat  sebanyak 13 organisasi kepemudaan, diantaranya yaitu:
1.    Pemuda Katolik
2.    Pemuda Kristen
3.    Pemuda Islam
4.    Pemuda Kosgoro
5.    Pemuda Pancasila
6.    Pemuda Demokrat
7.    Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI)
8.    Forum Komunikasi Putra/i Purnawirawan Indonesia (FKKPI)
9.    Generasi Muda (GM) FKKPI
10.  Orang Muda Katolik (OMK)
11.  Remaja Mesjid
12.  Persekutuan Anak Muda (PAM) Denominasi Gereja-gereja Kristen
13.  KNPI

 

Sarana Olah Raga

Sarana-sarana olah raga yang berstandar nasional di Kabupaten Boven Digoel di tahun 2015 dapat dilihat pada Tabel 5.1 berikut:

Sarana Olahraga Lokasi
(1) (2)

1. Lapangan Sepakbola

2. Lapangan Tenis

3. Lapangan Basket ( SMP, SMA dan SMK

4. Lapangan Bulu Tangkis

5. Gedung PABSI

Distrik Mandobo, Mindiptana dan Jair

Distrik Mandobo

Distrik Mandobo

Distrik Mandobo

Distrik Mandobo

Sumber: Dinas Pemuda dan Olahraga Kab. Boven Digoel, 2015