Perhubungan & Transportasi

Transportasi Darat

Angkutan Jalan

Angkutan Jalan di Kabupaten Boven Digoel sebagian besar masih berkonsentrasi di Ibu kota kabupaten Tanah Merah. Banyaknya angkutan kendaraan bermotor penumpang umum, barang dan khusus seperti tampak pada Gambar 6.1 berikut.

Angkutan Penumpang Umum

Gambar 6.1. Jumlah Angkutan Penumpang Umum yang Terdaftar Dalam Trayek/Operasi Di Kabupaten Boven Digoel, Tahun 2009-2015

 

Sumber: Dinas Perhubungan Kabupaten Boven Digoel, 2015

Angkutan penumpang umum di Kabupaten Boven Digoel masih didominasi oleh mikrolet atau angkot, baik yang berijin maupun yang tidak memiliki ijin. Berdasarkan Gambar 6.1, jumlah mikrolet pada tahun 2010 sebanyak 60 unit, sedangkan mikrolet yang tidak memiliki ijin berjumlah 29 unit. Pada tahun 2011, jumlah mikrolet yang memiliki ijin mengalami pengurangan menjadi 47 unit sedangkan mikrolet yang tidak memiliki ijin bertambah menjadi 42 unit. Hal ini kemungkinan kurang tertibnya pemeriksaan yang dilakukan pemerintah daerah, sehingga pengusaha mikrolet tidak mengurus perijinan usaha transportasi ini. Jumlah angkutan pedesaan yang memiliki ijin pada tahun 2010 sebanyak 10 unit, sedangkan yang tidak memiliki ijin sebanyak 16 unit. Jumlah angkutan pedesaan yang tidak memiliki ijin ini mengalami peningkatan menjadi 18 unit di tahun 2011, sedangkan angkutan pedesaan yang memiliki izin mengalami penurunan jumlah menjadi 5 unit. Pada tahun 2010sampai 2011 tidak terdapat lagi angkutan bus baik yang memiliki ijin maupun yang tidak memilki ijin. Jumlah angkutan umum yang ada di Kabupaten Boven Digoel pada tahun 2012 secara umum mengalami peningkatan, ini terlihat dari sarana angkutan umum berupa mikrolet (angkot) terdapat sebanyak 211 unit diantaranya 69 mikrolet yang memiliki ijin trayek sedangkan 143 mikrolet yang belum memiliki ijin trayek. Untuk angkutan umum yang berupa angkutan pedesaan  pada tahun 2012 terdapat 21 unit diantaranya 10 angkutan yang memiliki ijin trayek sedangkan 11 angkutan belum memiliki ijin trayek. Begitu juga untuk angkutan umum berupa bus, yakni terdapat 10 unit bus diamana 2 diantaranya sudah memiliki ijin trayek sedangkan 8 bus belum memiliki ijin. Jumlah angkutan umum pada tahun 2013 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya dimana tahun ini total jumlah angkutan umum mencapai 219 unit diantaranya 185 unit berjenis mikrolet/angkot yang terbagi atas mikrolet yang memiliki ijin trayek sebanyak 31 unit sedangkan mikrolet yang belum memiliki ijin trayek sebanyak 154 unit. Untuk jenis angkutan umum berupa angkutan pedesaan terdapat sebanyak 32 unit diantaranya angkutan pedesaan yang memiliki ijin trayek sebanyak 11 unit sedangkan yang belum memiliki trayek sebanyak 21 unit. Angkutan umum lainnya yang berjenis bus sebanyak 2 unit dimana kedua bus ini sudah memiliki ijin trayek. Sedangkan untuk tahun 2014 dan 2015, data angkutan umum tidak tersedia.

Angkutan Barang

Gambar 6.2. Jumlah Angkutan Barang yang Terdaftar Dalam Trayek/Operasi Di Kabupaten Boven Digoel, Tahun 2009-2015

 

Sumber: DLLAJR Kabupaten Boven Digoel, 2015

Jumlah angkutan barang seperti yang terlihat dari Gambar 6.2 di atas, menunjukkan bahwa di tahun 2010 dan 2011 dimana jumlah angkutan barang jenis pick up yang memiliki ijin lebih banyak dibandingkan yang tidak memiliki ijin. Namun pada tahun 2012 jumlah angkutan pick up yang tidak memiliki ijin mengalami peningkatan yang yang sangat signifikan menjadi 26 unit.  Begitu juga halnya dengan angkutan barang jenis truk yang tidak memiliki ijin, dimana di tahun 2010 sampai tahun 2011 mengalami penurunan yang cukup siginifikan. Pada tahun 2010 kendaraan ini berjumlah 90 unit dan di tahun 2011 turun menjadi 77 unit. Untuk angkutan barang jenis truk yang memiliki ijin, di tahun 2010 berjumlah 31 unit dan meningkat di tahun 2011 menjadi 44 unit. Ditahun 2012 terjadi peningkatan jumlah angkutan barang jenis truk baik untuk truk yang telah memiliki ijin maupun yang belum memiliki ijin. Khususnya untuk angkutan barang  truk yang belum memilik ijin terjadi peningkatan yang sangat signifikan menjadi 227 unit dan untuk angkutan truk yang sudah memiliki ijin menjadi 51 unit. Pada tahun 2013 diketahui bahwa jumlah angkutan barang yang tercatat sebanyak 147 unit yang terdiri atas angkutan barang berupa pick up  sebanyak 30 unit dan angkutan barang berupa truck sebanyak 117 unit. Kedua jenis angkutan barang ini secara umumnya belum memiliki ijin dari pihak terkait. Sementara itu data angkutan barang untuk tahun 2014 dan 2015 tidak tersedia.

Angkutan Khusus

Gambar 6.3. Jumlah Angkutan Barang yang Terdaftar Dalam Trayek/Operasi Di Kabupaten Boven Digoel, Tahun 2009-2015

 

Sumber: DLLAJR Kabupaten Boven Digoel, 2015

Angkutan khusus seperti tangki BBM yang memiliki ijin mulai ada di tahun 2010 sampai 2013 sebanyak 2 unit. Sedangkan angkutan khusus tangki BBM yang tidak memiliki ijin di tahun tersebut tidak ada. Sedangkan tangki air yang tidak memiliki ijin pada tahun 2010 dan 2011 terdapat 2 unit sedangkan di tahun 2012 hanya ada satu. Angkutan khusus berupa mobil box yang memiliki ijin tidak terdapat di kabupaten ini dari tahun 2010 hingga 2013. Angkutan khusus berupa mobil box yang tidak memiliki ijin yang terdaftar pada tahun 2010 dan 2011 berjumlah 4 unit, sedangkan pada tahun 2012 terjadi peningkatan yang cukup signifikan terhadap jumlah mobil box yang belum memiliki ijin menjadi sebanyak 9 unit. Dari tahun 2010 sampai 2013 tidak terdaftar sama sekali angkutan khusus berupa ambulance yang memiliki ijin. Pada tahun 2010 dan 2011 tidak terdapat lagi angkutan khusus ambulance. Namun pada tahun 2012 tercatat terdapat 10 unit angkutan khusus ambulance yang belum memiliki ijindan di tahun 2013 jumlah angkutan khusus ambulance ini mengalami penurunan menjadi 5 unit.Data angkutan khusus untuk tahun 2014 dan 2015 tidak tersedia.

Transportasi Sungai

Transportasi sungai sampai saat ini masih menjadi pilihan utama bagi masyarakat dikarenakan banyak kampung di Kabupaten Boven Digoel yang belum dapat dijangkau melalui jalan darat.


Kabupaten Boven Digoel sampai saat ini baru memiliki dua pelabuhan umum, yaitu di Tanah Merah Distrik Mandobo dan di Asiki Distrik Jair. Sementara untuk pelabuhan tambat perahu menyebar hampir disetiap distrik yang berada di sepanjang kali Digoel. Kondisi dari dermaga untuk transportasi Sungai di Kabupaten Boven Digoel dapat dilihat pada tabel 6.1.

Tabel 6.1. Kondisi Dermaga di 6 Distrik di Kabupaten Boven Digoel Tahun 2015

No Distrik Jenis Dermaga Pelabuhan Tambat Perahu
    Beton Kayu Kayu Kecil
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
1. Mandobo 1 1 - 3
2. Arimop
- - - 1
3. Mindiptana - - - 2
4. Waropko - - - 2
5. Bomakia - - - 3
6. Jair - 1 - 4
7 Fofi 3
8 Manggelum  -
Kombay 
10  Kawagit
11  Friwage
12  Kouh  
13  Yaniruma
14  Kombut  1
15  Subur 
16  Ninati 
17  Iniyandit  -
18  Ambatkwi  -
19  Sestnuk  1
20  Ki -  1
Jumlah 1 2 - 27

Sumber: Dinas Perhubungan Kabupaten Boven Digoel tahun 2015

Jenis transportasi sungai yang terdapat di Kabupaten Boven Digoel berupa kapal besi, kapal kayu, speed boat, long boat dan ketinting. Jumlah angkutan transportasi sungai di masing-masing distrik dapat dilihat dari tabel dibawah ini. Data yang ditampilkan dalam tabel adalah data tahun 2013, sedangkan untuk data tahun 2014 dan 2015, tidak tersedia.

Tabel 6.2. Jumlah Transportasi Air berdasarkan Jenisnya di Kab. Boven Digoel 2015

NoDistrikKapal BesiKapal KayuSpeed BoatLong BoatKetinting
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1. Mandobo 5 3 44
2. Arimop  -  - -
3. Mindiptana  -  3 12  10
4. Waropko - -  1  
5. Bomakia -  5 5 4
6. Jair - 4
15 15  30
7. Fofi
-  4 6
8. Manggelum  - -
9. Kombay - -  - -
10. Kawagit - - 8 4
11. Friwage 1
12. Kouh 5
13. Yaniruma -
14. Kombut 2 -
15. Subur  11 17
16. Ninati -
17. Iniyandit  1
18. Ambatkwi
Jumlah 16 17 60 106 56


Sumber: Dinas Perhubungan Kabupaten Boven Digoel tahun 2015

Untuk angkutan transportasi sungai yang sering digunakan masyarakat di Distrik Mandobodan Distrik Jair adalah speed boat, ketinting, kapal kayu, ketinting dan kapal besi. Sedangkan untuk Distrik Fofi angkutan sungai yang sebagian besar digunakan masyarakat adalah speed boat, long boat dan ketinting. Sementara di Distrik Bomakia menggunakan transportasi sungai berupa kapal kayu, speed boat, long boat dan ketinting. Sedangkan di Distrik Kouh menggunakan transportasi sungai berupa Kapal kayu, long noat dan ketinting. Sebagian besar masyarakat di Distrik Mindiptana menggunakan transportasi sungai berupa Kapal kayu, speed boat, long boat dan ketinting. Sedangkan masyarakat di Distrik Subur menggunakan transportasi sungai berupa speed boat dan longboat, dan untuk masyarakat Distrik Ki menggunakan speed boat, long boat dan ketinting.

Adapun trayek pelayaran dari sarana transportasi Sungai yang ada di Kabupaten Boven Digoel, dapat dilihat pada Tabel 6.3 berikut.

 

Tabel 6.3 Trayek Pelayaran Angkutan Transportasi Sungai di Kabupaten Boven Digoel, Tahun 2015

Jenis Trayek Jurusan Trayek
(1) (2)
Lintas Propinsi

1. Tanah Merah – Surabaya (PP)

2. Subur – Keluar Papua (PP)

3. Asiki – Bitung (PP)

Dalam dan Antar Kabupaten

1. Tanah Merah – Ampera – Getentiri – Asiki – Wanam – Merauke (PP)

2. Subur – Mappi – Merauke (PP)

3. Bomakia – Fofi – Merauke (PP)

Sumber : Dinas Perhubungan Kabupaten Boven Digoel, 2015

 

Sungai besar yang melintasi Kabupaten Boven Digoel yang digunkaan masyarakat sebagai sarana transportasi adalah Sungai Digoel dengan panjang sungai mencapai 683 km serta lebar sungai mencapai 215-3.209 meter, Sungai Kao dengan panjang sungai mencapai 200 km serta lebar sungai mencapai 200-360 meter,dan Sungai Mandobo dengan panjang sungai mencapai 342 km serta lebar sungai mencapai 150-1.100 meter. Ketiga sungai besai ini menpunya kecepatan arus yang berbeda-beda dimana Sungai Digoel mempunya kecepatan arus mencapai 4 sampai 7 km per jam, sedangkan Sungai Kao mempunyai kecepatan arus mencapai 3 sampai 5 km per jam, dan Sungai Mandobo dengan kecepatan arus mencapai 4 sampai 7 km per jam.

Tabel 6.4. Nama, Panjang, Lebar, dan Kecepatan Arus Sungai yang melintasi Kabupaten Boven Digoel

Nama SungaiPanjangLebarArus
  (km) (m) (km/jam)
(1) (2) (3) (4)
1.       Digoel 683 215 - 3.209 4 – 7
       
2.       Kao 200 200 – 360 3 – 5
       
3.       Mandobo 342 150 – 1.100 4 – 7


Sumber : Dinas Perhubungan Kabupaten Boven Digoel

Berdasarkan data yang disampaikan Dinas Perhubungan Kabupaten Boven Digoel bahwasanya jumlah armada ASDP Kabupaten Boven Digoel pada tahun 2010 dan 2011 tidak terdapat perubahan yang berarti yakni 226. Adapun armada yang sampai sekarang beroperasi adalah Perahu motor sebanyak 96 unit, perahu tak motor sebanyak 129 unit dan 1 kapal ferry berupa KM. Terubuk.

Tabel 6.5. Banyaknya Armada ASDP Kabupaten Boven Digoel Tahun 2010 dan 2015

NoArmada ASDP20102015Keterangan
(1) (2) (3) (4) (5)
1. Perahu Motor 96 - -
2. Perahu Tak Motor 129 -
3. Kapal Ferry - -
4. Kapal Perintis - -  -
5. Lainnya - -
Jumlah   226    

Sumber : Dinas Perhubungan Kabupaten Boven Digoel, 2015

Keterangan*): Data tidak tersedia

Armada ASDP yang ada di Kabupaten Boven Digoel terdiri dari Perahu Motor, Perahu Tak Bermotor, Kapal Ferry dan Kapal Perintis serta lainnya. Data banyaknya armada ASDP untuk tahun 2014 dan 2015 sementara tidak tersedia.

Transportasi Udara

Di Kabupaten Boven Digoel terdapat 7 lapangan terbang. Ketujuh lapangan terbang tersebut masih dikategorikan kedalam lapangan terbang perintis. Lapangan terbang yang paling banyak disinggahi pesawat adalah Bandara Tanah Merah yang terletak di Ibu kota kabupaten. Enam lapangan terbang lainya yaitu Bandara Mindiptana yang terletak di Distrik Mindiptana, Bandara Bomakia yang terletak di Distrik Bomakia, Bandara Wanggemalo dan Yaniruma yang terletak di Distrik Yaniruma, Bandara Manggelum yang terletak di Distrik Manggelum, dan Bandara Koroway Batu yang terletak di Distrik Kombay.

Gambar 6.4. Jumlah Pesawat dan Penumpang yang Datang dan Berangkat Melalui Bandar Tanah Merah, Mindiptana, dan Bomakia Tahun 2010-2015

 

Sumber: Dinas Perhubungan, Bandar Udara Tanah Merah
Keterangan * : Data tidak tersedia

Data pesawat dan penumpang dari tahun 2010 hingga 2014 pada Gambar 6.4 di atas, berasal dari hanya tiga bandara, yaitu Bandara Tanah Merah, Mindiptana dan Bomakia, sedangkan bandara lainnya belum tersedia datanya.Dari gambar diatas dapat kita lihat perkembangan pesawat yang datang dan berangkat dari 3 bandar udara (Bandara Tanah Merah, Mindiptana dan Bomakia) yang ada di Kabupaten Boven Digoel, begitu juga dengan perkembangan mobilitas penumpang yang datang dan berangkat dari ketiga bandar udara tersebut. Secara umum terlihat bahwa pesawat yang datang ke ketiga bandar udara tersebut mengalami peningkatan dari tahun 2010 sampai tahun 2011, begitu juga dengan pesawat yang berangkat dari ketiga bandar udara tersebut. Di dua tahun berikutnya, yaitu tahun 2012 dan 2013, jumlah pesawat yang datang maupun berrangkat mengalami penurunan. Sama halnya dengan jumlah penumpang baik yang datang maupun berangkat, terjadi peningkatan dari tahun 2010 hingga 2011, dimana jumlah penumpang yang datang di tahun 2010 sebanyak 5.294 orang dan di tahun 2011 mengalami peningkatan jumlah penumpang yang datang ke Kabupaten Boven Digoel menjadi 8.038 orang. Begitu juga perkembangan penumpang yang berangkat dari Kabupaten Boven Digoel, dimana dari tahun 2010 hingga 2011 terjadi peningkatan jumlah penumpang yang cukup signifikan dimana pada tahun 2010 mencapai 5.672 penumpang dan pada tahun 2011 mencapai 8.918 orang penumpang.Pada tahun 2012 tercatat banyaknya penumpang yang datang di Kabupaten Boven Digoel mencapai 2.706 orang sedangkan penumpang yang berangkat dari kabupaten ini mencapai 3.025 orang. Namun pada tahun 2013 terjadi penurunan jumlah penumpang baik itu untuk penumpang yang datang maupun penumpang yang berangkat dari dan  ke kabupaten ini. Jumlah penumpang yang datang mencapai 1.543 orang sebadangkan penumpang yang berangkat mencapai 1.664 orang. Ditahun 2014 baik jumlah pesawat maupun penumpang yang datang dan berangkat mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, dimana jumlah pesawat datang dan berangkat mengalami peningkatan hampir dua kali dari tahun 2013, sedangkan untuk jumlah penumpang yang datang mengalami peningkatan sebesar 1.000 orang lebih dibanding tahun 2013 begitu juga dengan jumlah penumpang yang berangkat, mengalami peningkatan sebanyak hampir 500 orang dibanding tahun 2013. Sementara itu untuk jumlah pesawat yang datang dan berangkat serta penumpang yang datang dan berangkat untuk tahun 2015, datanya tidak tersedia.

Berikut dapat dilihat tabel banyaknya pesawat yang datang dan berangkat dirinci berdasarkan bandar udaranya, yakni Bandar Udara Tanah Merah, Mindiptana dan Bomakia, dari tahun 2010 sampai 2015.

 

Tabel 6.5. Banyaknya Pesawat yang Datang dan Berangkat dari Bandar Udara Tanah Merah, Mindiptana, dan Boma Menurut Bandar Udara Asal/Tujuan Tahun 2005-2015

 

Tahun Bandar Udara Asal/Tujuan Origin/Destination Airport
  Tanah Merah Mindiptana Bomakia Jumlah
  Datang Berangkat Datang Berangkat Datang Berangkat Datang Berangkat
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)
2005 210 212 76 79 48 48 334 339
2006 370 367 97 97 59 58 526 522
2007 681 678 - - - - - -
2008 654 650 4 6 48 48 706 704
2009* - - - - - - - -
2010 920 922 71 73 18 19 1.009 1.014
2011 1.028 1.029 119 120 210 217 1.357 1.366
2012 164 175 90 96 51 54 305 325
2013 83 78 67 71 36 39 186 186
2014 43 35 159 161 157 162 359 358
2015*                


Sumber: Dinas Perhubungan, Bandar Udara Tanah Merah
Keterangan * : Data tidak tersedia

Dari tabel diatas, dapat dilihat bahwa pesawat yang banyak datang dan berangkat berasal dari Bandar Udara Tanah Merah. Sedangkan Bandar Udara Mindiptana dan Bomakia merupakan bandar udara perintis, yang melayani penerbangan dengan rute langsung ke Merauke tanpa melalui Bandar Udara Tanah Merah.

Tabel 6.6. Banyaknya Penumpang yang Datang dan Berangkat dari Bandar Udara Tanah Merah, Mindiptana, dan Boma Menurut Bandar Udara Asal/Tujuan Tahun 2005-2015

 

Tahun Bandar Udara Asal/Tujuan Origin/Destination Airport
  Tanah Merah Mindiptana Bomakia Jumlah
  Datang Berangkat Datang Berangkat Datang Berangkat Datang Berangkat
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)
2005 210 212 76 79 48 48 334 339
2006 370 367 97 97 59 58 526 522
2007 681 678 - - - - - -
2008 654 650 4 6 48 48 706 704
2009* - - - - - - - -
2010 920 922 71 73 18 19 1.009 1.014
2011 1.028 1.029 119 120 210 217 1.357 1.366
2012 1.587 1.666 768 891 351 468 2.706 3.025
2013 689 621 580 628 274 334 1.543 1.664
2014 77 65 1514 1306 1049 792 2640 2163
2015*                


Sumber: Dinas Perhubungan, Bandar Udara Tanah Merah
Keterangan * : Data tidak tersedia

Dari Tabel 6.6, dapat dilihat bahwa penumpang yang banyak datang dan berangkat berasal dari Bandar Udara Tanah Merah. Hal ini dikarenakan Bandar Udara Tanah Merah merupakan bandar udara yang bertempat di pusat Kabupaten Boven Digoel.

Adapun karateristik bandar udara yang ada di Kabupaten Boven Digoel, dapat dilihat pada Tabel 6.7 berikut.

Tabel 6.7. Karakteristik Bandar Udara Di Kabupaten Boven Digoel, Tahun 2015

 

.